5 Sekolah Kedinasan yang Mentoleransi Pendaftar dengan Kacamata

oleh | Apr 13, 2021 | Blog, Sekolah Kedinasan | 0 Komentar

Sekolah Kedinasan Kacamata – Pendaftaran sekolah kedinasan sudah dibuka pada tanggal 9 April 2021. Siapapun bisa mendaftar ke berbagai sekolah ikatan dinas asuhan pemerintah ini sampai akhir bulan April.

Seleksi masuk Perguruan Tinggi Kedinasan atau PTK bukanlah suatu hal yang mudah. Terdapat berbagai persyaratan dan tahapan yang harus diikuti oleh peserta. Salah satu syarat yang perlu diperhatikan yaitu mengenai kesehatan mata karena banyak sekolah kedinasan yang mensyaratkan pendaftarnya untuk tidak berkacamata.

Bagi kamu yang berkacamata dan tertarik untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan dan berkesempatan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak perlu bingung! Kamu bisa mendaftar ke 5 sekolah kedinasan yang mentoleransi pendaftar berkacamata di bawah ini!

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

STIN Sekolah Kedinasan Kacamata

Berbeda dengan sekolah ketarunaan lainnya seperti PTK Kemenkumham dan Kemenhub, Sekolah Tinggi Intelijen Negara atau STIN, memberikan kelonggaran bagi peserta seleksi yang menggunakan kacamata. Berdasarkan pengumuman yang telah dirilis oleh STIN, calon taruna diberi toleransi mata minus (-) atau plus (+) maksimal ukuran 1.

Peraturan di atas memberikan kesempatan bagi calon taruna yang penglihatannya kurang tajam. Meskipun begitu, tidak disebutkan lebih lanjut mengenai pendaftar dengan mata silinder. Selain itu, peserta seleksi juga tidak boleh buta warna.

Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)

Sekolah kedinasan lain yang mentoleransi pengguna kacamata yaitu Politeknik Keuangan Negara STAN atau PKN STAN. Perguruan tinggi ini tidak mensyaratkan adanya batasan penggunaan kacamata baik minus, plus, maupun silinder. Selain itu, juga tidak disebutkan mengenai syarat buta warna.

Walaupun seperti itu, seleksi untuk bisa diterima menjadi mahasiswa PKN STAN sangatlah ketat. Hal ini dikarenakan tingginya minat masyarakat untuk bisa mendapat pendidikan di PKN STAN. Bersamaan dengan hal itu, pada seleksi tahun 2021 ini, PKN STAN juga menambahkan persyaratan berupa nilai TPS UTBK 2021 sebesar minimal 600 untuk pendaftar reguler dan 400 untuk peserta program afirmasi.

Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS)

Sekolah Kedinasan Kacamata STIS

Politeknik Statistika STIS atau Polstat STIS juga menjadi sekolah kedinasan yang memberi kelonggaran untuk pendaftar pengguna kacamata. Tidak main-main, institusi dalam naungan Badan Pusat Statistik ini memperbolehkan calon mahasiswanya untuk berkacamata baik minus (-) ataupun plus (+) hingga ukuran 6 dioptri.

Ketentuan lainnya terkait kesehatan mata di Polstat STIS yaitu bahwa pendaftar tidak boleh buta warna baik total maupun parsial. Hal ini disyaratkan mengingat mahasiswa Polstat STIS akan sering berurusan dengan data yang di dalamnya terdapat banyak statistik dan grafik, sehingga kemampuan untuk membedakan warna sangatlah penting.

Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)

Selanjutnya, ada Politeknik Siber dan Sandi Negara atau Poltek SSN sebagai sekolah kedinasan dengan toleransi kacamata. Di dalam pengumuman resmi penerimaan mahasiswa baru Poltek SSN, tidak ada ketentuan khusus bagi pengguna kacamata. Syarat yang disebutkan hanyalah tidak buta warna.

Selain itu, Poltek SSN termasuk yang cukup selektif dalam penerimaan mahasiswanya. Hanya siswa jurusan tertentu yang bisa mendaftar. Bagi lulusan SMA/MA, persyaratannya harus berasal dari jurusan IPA. Sedangkan bagi lulusan SMK, ketentuannya yaitu berasal dari bidang keahlian Teknik Elektronika serta Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)

Sekolah kedinasan dengan toleransi kacamata yang terakhir yaitu Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau STMKG. Persyaratan kesehatan mata yang diperlukan untuk mendaftar yaitu tidak buta warna, maksimal minus 4, dan silinder 2.

Hanya saja, pada pengumuman penerimaannya, disebutkan bahwa pendaftar pengguna kacamata harus bersedia untuk melakukan pengobatan lasik dengan biaya pribadi apabila dinyatakan lolos seleksi.

Sebagai informasi, operasi lasik atau laser-assisted in situ keratomileusis merupakan tindakan medis untuk memperbaiki kelainan refraksi mata dengan menggunakan sinar laser. Biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan ini berkisar antara Rp10 juta sampai Rp25 juta per mata, tergantung pada jenis tindakan dan klinik.

Melihat hal tersebut, apabila kamu menggunakan kacamata dan ingin masuk STMKG, persiapkan diri dan juga biaya untuk melakukan operasi lasik, ya!

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Yang Lainnya…

35 Istilah dalam Dunia Perkuliahan yang Kamu Harus Tahu!

35 Istilah dalam Dunia Perkuliahan yang Kamu Harus Tahu!

Istilah Dunia Perkuliahan – Dunia perkuliahan tentu berbeda dengan saat kamu masih berstatus siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA). Ada banyak hal yang berubah mulai dari materi yang dipelajari sampai lingkungan sekitar. Bagi mahasiswa baru, saat memasuki dunia...

Perbedaan PTN dan PTS yang Harus Kamu Tahu!

Perbedaan PTN dan PTS yang Harus Kamu Tahu!

Perbedaan PTN dan PTS – Saat memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan. Pemilihan ini sangat penting karena akan berpengaruh tidak hanya saat menjalankan kuliah, namun juga prospek kehidupan ke...

Seleksi CPNS BPIP di Penerimaan Tahun 2021

Seleksi CPNS BPIP di Penerimaan Tahun 2021

CPNS BPIP – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP ikut berpartisipasi dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tahun 2021. Badan ini memberi kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menjadi pegawai untuk berbagai jabatan. Berikut ini informasi...

Formasi CPNS untuk Lulusan SMA di Kejaksaan Agung

Formasi CPNS untuk Lulusan SMA di Kejaksaan Agung

CPNS Kejaksaan Agung SMA – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tidak hanya diperuntukkan untuk lulusan perguruan tinggi. Beberapa lembaga pemerintah juga membuka pendaftaran untuk beberapa jabatan dengan syarat pendidikan minimal SMA/sederajat. Salah satu...